(Desi Cewek Ekstrovert & Lois Cowok Introvert)
Berawal dari pertemuan sederhana di SMP Negeri 38. Saat itu, Desi adalah murid baru yang dikenal ceria, ramah, dan mudah bergaul. Berbeda dengan Lois yang cenderung pendiam dan lebih suka mengamati dari kejauhan.
Pertemuan pertama kami terjadi secara tidak sengaja di kantin sekolah. Dengan gaya khasnya yang ceplas-ceplos, Desi menyapa hampir semua orang yang ditemuinya, termasuk saya. Saat itu, ia tiba-tiba berkata, "Hai, Kak Kelinci!" Sapaan sederhana itu justru membuat saya penasaran. Siapa dia? Kelas berapa? Tinggal di mana? Sejak saat itu, saya mulai mencari tahu tentang dirinya.
Diam-diam, saya sering menunggu di lorong sekolah agar bisa melihatnya datang. Bahkan saat pulang sekolah, saya kerap berjalan di belakangnya tanpa banyak bicara. Hingga suatu hari, saya memberanikan diri meminta nomor teleponnya dan mulai mengajaknya mengobrol. Awalnya, hubungan kami tak lebih dari seorang kakak tingkat dan adik kelas yang saling bertukar cerita.
Seiring berjalannya waktu, saya lulus sekolah dan meninggalkan SMP tersebut. Namun komunikasi kami tetap terjalin dengan baik. Saya mengetahui bahwa Desi sangat menyukai orang yang bisa bernyanyi. Karena itu, hampir setiap malam saya meluangkan waktu untuk bernyanyi dan bermain gitar melalui telepon, menemaninya hingga tertidur.
Beberapa hari sebelum Desi menghadapi Ujian Nasional, saya kembali memberanikan diri mengungkapkan perasaan yang selama ini saya simpan. Sebelumnya, saya pernah menyatakannya melalui pesan singkat, tetapi tidak mendapat jawaban. Kali ini saya menyampaikan langsung dari hati. Syukurlah, Desi menerima perasaan saya, dan sejak saat itulah kami resmi menjalin hubungan pada 30 April 2015.
Setelah lulus SMP, kami melanjutkan pendidikan di sekolah yang berbeda. Jadwal sekolah yang tidak sama membuat kami jarang bertemu, tetapi kami selalu berusaha saling memberi kabar meski hanya satu atau dua kali sehari. Jika ada kesempatan, saya selalu berusaha menjemputnya sepulang sekolah.
Setelah lulus SMK, saya memutuskan kembali ke kampung halaman untuk membantu orang tua. Saat itulah perjalanan LDR kami dimulai. Komunikasi menjadi lebih jarang, namun kami tetap berusaha menjaga hubungan. Ketika Desi lulus sekolah dan saya tidak bisa hadir di acaranya, saya tetap menyempatkan diri memberikan ucapan dan dukungan dari jauh.
Saat saya mendapatkan pekerjaan pertama di sebuah minimarket, Desi adalah orang pertama yang saya kabari. Beberapa tahun kemudian, ketika saya kehilangan pekerjaan tersebut, Desi juga menjadi orang pertama yang saya hubungi. Dalam masa-masa sulit tanpa pekerjaan dan penghasilan, ia tetap setia menemani dan memberikan semangat.
Pada pertengahan tahun 2023, saya mendapatkan pekerjaan di Pekanbaru. Desi mendukung penuh keputusan saya untuk mengambil kesempatan tersebut. Setelah itu, perjalanan kami masih terus diwarnai jarak. Saya kembali menganggur beberapa bulan, lalu mendapatkan pekerjaan di Lombok selama kurang lebih satu tahun. Begitulah kisah kami, yang dari tahun ke tahun dipenuhi perjuangan, pengorbanan, dan hubungan jarak jauh.
Di tengah segala keterbatasan, kami hanya berpegang pada komunikasi, kepercayaan, dan komitmen untuk tetap bersama. Hingga akhirnya, setelah melewati perjalanan panjang selama bertahun-tahun, kami memutuskan untuk melangkah ke babak baru kehidupan dan mengikat janji suci dalam pernikahan.
Pesan dari Pengantin Pria untuk Pengantin Wanita
"Tetaplah menjadi sosok yang baik, hangat, dan ceria seperti yang selalu aku kenal. Terima kasih telah menemani setiap langkah perjalanan hidupku. Semoga kita selalu bersama hingga kelak maut memisahkan kita. 🥰"
Pesan dari Pengantin Wanita untuk Pengantin Pria
"Tetaplah menjadi pria yang penyabar, lembut dalam tutur kata, dan tidak pernah lelah berjuang untuk keluarga kecil kita nanti. Terima kasih telah memilihku untuk berjalan bersama. Semoga cinta dan kebersamaan ini selalu terjaga, hari ini, esok, dan selamanya. 🥰" ❤️